JAKARTA, Sekbernews.id – Kabar mengejutkan datang dari jagat media sosial. Aplikasi pesan instan populer, Telegram, dilaporkan mengalami gangguan massal (outage) pada hari ini. Ribuan hingga jutaan pengguna di berbagai belahan dunia mengeluhkan ketidakmampuan mereka untuk mengirim maupun menerima pesan, memicu kepanikan di ruang digital.
Berdasarkan pantauan dari situs pelaporan gangguan, Downdetector, lonjakan laporan mulai mengalir deras sejak sore hari. Pengguna melaporkan bahwa aplikasi hanya menunjukkan status “Connecting” atau “Menghubungkan” tanpa henti. Tidak hanya masalah pengiriman pesan, sejumlah pengguna juga mengaku kesulitan untuk melakukan proses login ke akun mereka.
Gangguan Berskala Global
Laporan gangguan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah. Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa pengguna di Eropa, Asia, hingga Amerika merasakan dampak yang sama. Di platform media sosial lain seperti X (dahulu Twitter), tagar #TelegramDown langsung memuncaki tangga trending topic. Netizen ramai-ramai membagikan tangkapan layar aplikasi mereka yang membeku, sembari mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada server perusahaan besutan Pavel Durov tersebut.
”Saya sedang mengirim dokumen penting untuk pekerjaan, tiba-tiba hanya muncul ikon jam (tertunda). Saya pikir koneksi internet saya yang bermasalah, ternyata semua orang merasakannya,” ujar salah satu pengguna dalam cuitannya di X.
Pihak Telegram Masih Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Telegram belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti lumpuhnya layanan mereka. Biasanya, Telegram dikenal cukup responsif dalam menangani masalah teknis, namun kali ini keheningan dari pihak perusahaan justru menambah spekulasi di kalangan pengguna.
Apakah ini murni masalah teknis pada server, atau ada serangan siber yang sedang terjadi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menggantung tanpa jawaban pasti.
Lumpuhnya Telegram memberikan dampak yang cukup signifikan, mengingat aplikasi ini sering menjadi pelarian utama ketika WhatsApp mengalami gangguan. Banyak komunitas bisnis, grup koordinasi, hingga kanal informasi berita yang mengandalkan Telegram karena fitur kapasitas grupnya yang besar dan keamanan enkripsinya.
Bagi Anda yang masih mengalami kendala, para ahli teknologi menyarankan untuk tidak melakukan instalasi ulang (reinstall) aplikasi secara berulang-ulang karena masalah kemungkinan besar terletak pada sisi server pusat, bukan pada perangkat pengguna.






