SEOUL, Sekbernews.id – Lini smartphone kelas menengah populer milik Samsung, seri Galaxy A5x, tampaknya mulai mengikuti jejak saudara tuanya di kelas flagship. Bocoran terbaru mengenai Galaxy A57 5G mengindikasikan bahwa perangkat ini mulai mengidap “penyakit” yang sering ditemui pada ponsel papan atas: minimnya perubahan signifikan antar-generasi atau stagnasi.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari PhoneArena, Rabu (25/3/2026), bocoran desain dan spesifikasi Galaxy A57 menunjukkan kemiripan yang sangat identik dengan pendahulunya, Galaxy A56. Tren ini memicu kekecewaan di kalangan pengamat teknologi yang menilai Samsung mulai kehilangan momentum inovasi pada lini yang menjadi tulang punggung penjualannya tersebut.
Desain dan Spesifikasi yang “Membeku”
Informasi dari pembocor industri ternama, Evan Blass dan OnLeaks, memperlihatkan bahwa dari sisi visual, Galaxy A57 hampir mustahil dibedakan dengan Galaxy A56. Perbedaan hanya terlihat sangat tipis pada bagian ring kamera, itu pun sulit dikenali jika tidak dilihat dari jarak dekat.
Kekecewaan tidak berhenti pada desain. Sektor “jeroan” pun terlihat masih jalan di tempat. Perubahan paling menonjol diperkirakan hanya terletak pada penggunaan chipset baru, yakni Exynos 1680, naik satu tingkat dari Exynos 1580 yang digunakan tahun lalu. Sementara itu, komponen vital lainnya seperti ukuran layar, resolusi, tingkat kecerahan, kapasitas RAM, penyimpanan internal, hingga sektor kamera dan kecepatan pengisian daya diprediksi tidak mengalami perubahan sama sekali.
Kontras dengan Generasi Sebelumnya
Kondisi ini terbilang ironis mengingat sejarah seri Galaxy A5x yang biasanya membawa pembaruan cukup terasa. Sebagai perbandingan, transisi dari Galaxy A54 ke A55, dan puncaknya pada Galaxy A56, membawa perubahan signifikan mulai dari material bodi, ukuran layar yang melebar dari 6,6 ke 6,7 inci, hingga peningkatan drastis kecepatan pengisian daya dari 25W menjadi 45W.
Namun, pada Galaxy A57, Samsung seolah-olah hanya melakukan “tweak” kecil pada jalur produksi untuk memasang chipset baru ke dalam kerangka ponsel lama.
Masih Layak Beli?
Meski dikritik karena minim inovasi, Galaxy A57 diprediksi tetap akan menjadi produk yang menarik secara nilai ekonomi (value for money). Jika dibandingkan dengan model standar Galaxy S26, Galaxy A57 masih menawarkan baterai yang lebih besar, layar yang lebih luas, dan harga yang jauh lebih terjangkau.
Namun, jurnalis teknologi Mariyan Slavov menekankan bahwa strategi “bermain aman” ini bisa menjadi bumerang bagi Samsung. Di saat pabrikan lain seperti Nothing, Motorola, bahkan brand seperti RedMagic mulai berani menyematkan teknologi kamera periskop, material kayu yang unik, hingga sistem pendingin cair pada ponsel kelas menengah dan terjangkau, langkah Samsung yang terkesan lamban ini dianggap mengecewakan konsumen yang mengharapkan terobosan baru.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran maupun spesifikasi final dari Galaxy A57. Namun, satu hal yang pasti: ekspektasi publik kini tengah diuji oleh stagnasi desain yang mulai menjangkiti pasar ponsel pintar dunia.






