SAN FRANCISCO, Sekbernews.id – OpenAI, raksasa di balik fenomena ChatGPT, dikabarkan telah menarik diri dari rencana ambisiusnya untuk meluncurkan fitur “adult mode” atau mode dewasa. Langkah ini menandai pergeseran mendadak dari kebijakan yang sebelumnya sempat digadang-gadang oleh sang CEO, Sam Altman, sebagai upaya memperlakukan “pengguna dewasa sebagai orang dewasa.”
Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun dari berbagai sumber industri, proyek yang semula dijadwalkan meluncur pada awal 2026 ini kini ditangguhkan tanpa batas waktu yang ditentukan.
Dilema Antara Kebebasan dan Keamanan
Beberapa bulan lalu, OpenAI sempat memberikan sinyal akan melonggarkan filter konten NSFW (Not Safe For Work) untuk teks. Rencana tersebut melibatkan sistem verifikasi usia yang ketat, yang memungkinkan pengguna dewasa melakukan percakapan bertema erotis tanpa terhalang oleh sistem keamanan chatbot yang selama ini dikenal sangat kaku.
Namun, di balik layar, kebijakan ini memicu gejolak internal yang hebat. Dewan penasihat OpenAI dilaporkan memberikan perlawanan keras. Kekhawatiran utama mereka bukan sekadar soal moralitas, melainkan risiko psikologis yang jauh lebih dalam.
Salah satu skenario yang paling ditakuti dan menjadi bahan perdebatan internal adalah potensi munculnya interaksi berbahaya, seperti apa yang dijuluki staf sebagai “pelatih bunuh diri yang seksi” (sexy suicide coach). Para ahli khawatir bahwa ketergantungan emosional pada AI yang dipadukan dengan konten intim dapat memperburuk kondisi kesehatan mental pengguna yang rentan.
Kendala Teknis dan Bayang-bayang Hukum
Selain masalah etika, OpenAI menghadapi tembok besar berupa kendala teknis. Sistem prediksi usia yang mereka kembangkan dilaporkan memiliki tingkat kesalahan lebih dari 10 persen. Angka ini dianggap terlalu berisiko bagi perusahaan yang tengah berada di bawah pengawasan ketat regulator global terkait perlindungan anak di bawah umur.
Langkah mundur ini juga dibarengi dengan keputusan mengejutkan lainnya: penghentian aplikasi generator video Sora. Kabar ini berujung pada batalnya kemitraan strategis senilai US$1 miliar dengan Disney, yang awalnya direncanakan menggunakan teknologi tersebut untuk proyek kreatif mereka.
Fokus Baru: Efisiensi dan “Super-App”
Penangguhan fitur erotis dan penghentian Sora menunjukkan perubahan prioritas di bawah kepemimpinan Sam Altman. Alih-alih merambah ke area konten yang kontroversial dan berisiko hukum tinggi, OpenAI tampaknya memilih untuk mengonsolidasikan kekuatannya.
Sumber internal menyebutkan bahwa perusahaan kini lebih fokus untuk menyatukan seluruh kapabilitas AI mereka ke dalam satu “Super-App” yang lebih stabil dan berguna untuk produktivitas, riset simulasi dunia, serta pengembangan robotika.
Bagi para pengguna yang mengharapkan interaksi yang lebih “bebas,” keputusan ini mungkin mengecewakan. Namun bagi para pengamat industri, ini adalah langkah pragmatis OpenAI untuk menghindari jeratan hukum dan skandal sosial yang bisa menghancurkan reputasi mereka di tengah persaingan ketat melawan Google dan xAI milik Elon Musk.
Hingga berita ini diturunkan, pihak OpenAI belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan—atau apakah—fitur mode dewasa ini akan kembali dipertimbangkan di masa depan.






