Kamis, Mei 30, 2024
28.1 C
Indramayu
BerandaKriminalRemaja di Sukabumi Tega Menghabisi Ibu Kandung dengan Garpu Tanah

Remaja di Sukabumi Tega Menghabisi Ibu Kandung dengan Garpu Tanah

Sekbernews.id – SUKABUMI Tragedi memilukan terjadi di Kampung Cilandak, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.

Seorang remaja bernama Rahmat (17) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya, Inas (45), dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/5/2024) sekitar pukul 04.15 WIB.

Kasus ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham.

Jules mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama kali terungkap saat pelaku meminta tetangganya untuk membunuhnya setelah ia mengaku telah membunuh ibunya.

“Pada hari Selasa (14/5/2024) sekitar pukul 04.15 WIB ditemukan satu orang korban meninggal dunia diduga akibat tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya,” jelas Jules dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/4/2024).

Menurut keterangan saksi, Pahrudin, pelaku datang ke rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB membawa uang sebesar Rp330 ribu.

“Pelaku menyodorkan uang tersebut sambil berkata, ‘Mang tolong bunuh saya karena saya sudah membunuh ibu saya’. Saksi pertama tidak mengindahkan permintaan pelaku,” ujar Jules. Setelah Pahrudin menolak, pelaku mendatangi tetangga lainnya dengan permintaan yang sama.

Kecurigaan muncul di antara para tetangga setelah mendengar pengakuan Rahmat. Mereka memutuskan untuk memeriksa rumah korban dan menemukan Inas sudah tidak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, menambahkan bahwa pembunuhan terjadi pada Senin (13/5/2024) sore. Pelaku menyerang ibunya saat tengah tertidur pulas.

“Keterangan yang kita dapat, ibunya tidak melawan karena sedang tidur. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus kaki,” kata Ali kepada awak media, Selasa (14/5/2024).

Ali menjelaskan bahwa pelaku menggunakan garpu tanah sebagai alat untuk membunuh ibunya.

“Pelaku memukulkan garpu tanah tersebut ke tubuh ibunya, mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka di bagian dada, leher, muka, dan kepala,” jelasnya.

Setelah melakukan aksi keji tersebut, pelaku sempat tidur di kamarnya yang bersebelahan dengan kamar korban.

“Pelaku tidur dengan kondisi bajunya masih berlumuran darah,” ungkap Ali.

Kepolisian segera menangkap Rahmat setelah mendapat laporan dari warga. Dari hasil pemeriksaan awal, Rahmat mengaku membunuh ibunya karena merasa kesal.

“Kami masih mendalami motifnya lebih lanjut,” pungkas Ali.

Ikuti Sekbernews.id di Google News.

Artikel Terkait

Terkini