Kamis, Mei 30, 2024
27.3 C
Indramayu
BerandaKriminalPasca Tembak Danramil Aradide, OPM Nyatakan Siap Perang dengan NKRI

Pasca Tembak Danramil Aradide, OPM Nyatakan Siap Perang dengan NKRI

Sekbernews.id – PAPUA Dalam insiden tragis yang terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, seorang Danramil (Komandan Rayon Militer) menjadi korban tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Korban yang telah diidentifikasi sebagai Letda Infanteri Oktovianus Sogalrey ditemukan meninggal pada Kamis pagi (11/4/2024) di Jalan Trans Enarotali oleh warga setempat. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa korban hendak ke Pelabuhan Pasir Putih untuk mengambil barang pada Rabu sebelumnya.

Menurut Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, kelompok yang dipimpin oleh Mayor Oesa Satu Boma bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mayor Oesa beserta pasukannya diduga menyerang Letda Oktovianus di Jalan Trans Paniai-Intan Jaya.

“Komando Daerah Pertahanan XIII Kegepa Nipouda Paniai di bawah pimpinan Komandan Operasi TPNPB, Mayor Oesa Satu Boma, bersama pasukannya, masuk menyerang TNI di Jalan Trans Paniai-Intan Jaya,” kata Sebby dalam keterangan resminya, Jumat (12/4/2024).

Serangan ini mengakibatkan kematiannya dan menyebabkan keresahan di wilayah tersebut. Sebby menyatakan bahwa Paniai kini harus dianggap sebagai zona konflik bersenjata antara kelompok separatis dan aparat keamanan TNI-Polri. Bahkan, masyarakat non-Papua diimbau untuk meninggalkan wilayah tersebut untuk menghindari menjadi korban.

Lebih lanjut, Sebby mengancam bahwa siapapun yang tidak mengindahkan peringatan tersebut akan dianggap sebagai bagian dari pasukan keamanan Indonesia dan menjadi sasaran serangan.

Tidak hanya itu, Mayor Oesa juga mengeluarkan pernyataan siap perang kepada aparat gabungan, dengan menyebut bahwa serangan terhadap Letda Oktovianus merupakan bagian dari perjuangan mereka untuk merebut kemerdekaan Papua.

“Kami tidak minta uang, jabatan, atau pembangunan, dan lain-lain. Namun, sebagai bentuk perlawanan kami terhadap musuh kami, yaitu TNI-Polri,” ujarnya.

Mayor Oesa juga menegaskan agar aparat gabungan tidak menargetkan warga sipil terkait insiden ini, mengklaim bahwa kematian Letda Oktovianus adalah tanggung jawab OPM.

“Apapun yang akan terjadi, jangan cari rakyat sipil, tetapi cari kami pasukan TPNPB.”

Kronologi serangan tersebut menunjukkan bahwa Letda Oktovianus tewas setelah diserang oleh pasukan OPM saat sedang dalam perjalanan ke Pelabuhan Kampung Pasir Putih pada Rabu (10/4/2024). Jenazahnya ditemukan keesokan harinya oleh warga setempat, tanpa kendaraan yang sebelumnya dikendarainya.

Dalam kondisi terluka parah di bagian kepala, Letda Oktovianus diduga menjadi sasaran serangan bersenjata oleh pasukan OPM yang bersembunyi di sepanjang rute perjalanannya.

Reaksi atas insiden ini pun bermunculan. Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, menyampaikan duka cita atas kepergian Letda Oktovianus yang merupakan warga asli Papua. Ribka juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Paniai.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga dan yang ditinggalkan,” ungkapnya.

“Dimana laporan yang kami terima almarhum menjadi sosok pengayom bagi masyarakat di tempat ia ditugaskan,” tambahnya.

Insiden ini menandai eskalasi ketegangan di wilayah Papua, sementara pemerintah dan pihak terkait berupaya mengelola situasi yang semakin memanas.

Ikuti Sekbernews.id di Google News.

Dasukihttps://sekbernews.id
Jurnalis Sekbernews.id yang menulis tentang berita-berita daerah di Indonesia.
Artikel Terkait

Terkini