JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami fase konsolidasi atau bergerak mendatar (sideways) pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4). Analis memproyeksikan indeks akan tertahan di rentang 7.480 hingga 7.620, menyusul sentimen negatif dari keputusan lembaga indeks global, MSCI.
Penyebab utamanya adalah langkah MSCI yang secara mengejutkan membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Keputusan ini diambil meskipun otoritas bursa (SRO) telah berupaya melakukan berbagai reformasi pasar modal.
Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa MSCI saat ini masih memantau konsistensi kebijakan baru di Indonesia, terutama terkait transparansi data kepemilikan saham dan aturan ambang batas free float minimal 15 persen.
”Investor juga tengah mengantisipasi kemungkinan MSCI menghapus saham-saham yang masuk kategori konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC),” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam keterangannya.
Meski demikian, pasar sedikit bernapas lega karena kekhawatiran mengenai penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Market (pasar perintis) mulai mereda.
Di sisi lain, MNC Sekuritas memberikan proyeksi yang lebih berhati-hati. IHSG dinilai masih rawan terkoreksi untuk menutup celah kosong (gap) di area 7.245 hingga 7.447. Namun, jika mampu menguat, indeks berpotensi menguji level 7.580 hingga 7.601.
Bagi para investor yang ingin masuk ke pasar di tengah ketidakpastian ini, sejumlah saham layak dicermati. Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham BMRI, PANI, PTRO, SSIA, dan ACES. Sementara itu, MNC Sekuritas menjagokan BRPT, CDIA, RATU, dan PTRO sebagai pilihan koleksi hari ini.







