Jakarta, Sekbernews.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi melakukan terobosan baru dalam sistem penyaluran program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun 2026. Mulai tahun ini, pemerintah akan menggunakan sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan penerima bantuan.
Langkah ini diambil demi memastikan bantuan pendidikan tersebut jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan, atau istilahnya “tepat sasaran.”
Sandro Mihradi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan sistem yang jauh lebih komprehensif karena mengombinasikan tiga sumber data sekaligus.
”Tahun ini kita sudah mulai menggunakan DTSEN. Harapannya, penyaluran beasiswa ini akan jauh lebih tepat sasaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sandro dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Sebelumnya, pemerintah hanya mengandalkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Dengan hadirnya DTSEN, jaring pengaman bagi mahasiswa kurang mampu diharapkan menjadi lebih kuat.
Fokus pada Masyarakat Rentan
Dalam skema baru ini, pemerintah menetapkan skala prioritas bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4. Kategori ini mencakup mereka yang berada dalam rentang ekonomi sangat miskin hingga kelompok rentan miskin.
Namun, terdata di DTSEN bukan berarti otomatis mendapatkan beasiswa. Sandro menekankan bahwa calon penerima tetap harus melewati jalur seleksi akademik yang resmi, baik itu melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun Seleksi Mandiri di masing-masing perguruan tinggi.
”Mahasiswa harus lulus seleksi masuk perguruan tinggi terlebih dahulu. Setelah itu, status mereka baru akan ditingkatkan menjadi penerima sah setelah melalui proses registrasi ulang, serta verifikasi dan validasi dokumen pendaftaran di kampus masing-masing,” tambahnya.
Data Kelulusan SNBP 2026
Sejalan dengan pengumuman sistem baru ini, data Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat angka yang cukup signifikan. Pada jalur SNBP 2026, sebanyak 155.543 peserta dinyatakan lulus di PTN Akademik, di mana 53.897 di antaranya (sekitar 19,67 persen) merupakan pendaftar KIP Kuliah.
Sementara itu, untuk PTN Vokasi, terdapat 23.438 peserta yang lulus, dengan pendaftar KIP Kuliah mencapai 10.574 orang atau sekitar 31,97 persen.
Dengan penerapan DTSEN ini, Kemdiktisaintek optimistis bahwa anggaran pendidikan yang dialokasikan dapat benar-benar menjadi jembatan bagi anak-anak bangsa yang berprestasi namun terkendala secara ekonomi untuk tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi.







