ROMA, Sekbernews.id – Bayang-bayang kegagalan masa lalu kembali menghantui sepak bola Italia. Setelah absen secara menyakitkan pada edisi 2018 dan 2022, tim nasional Italia—sang juara dunia empat kali—kini berada dalam situasi kritis dan terancam gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Kekalahan telak 1-4 dari Norwegia di San Siro baru-baru ini memastikan bahwa jalan satu-satunya bagi Gli Azzurri menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko hanyalah melalui jalur neraka play-off.
Krisis ini bukan sekadar masalah keberuntungan, melainkan akumulasi dari berbagai persoalan sistemik yang menggerogoti fondasi sepak bola Italia.
Runtuhnya Mentalitas dan Struktur Permainan
Kekalahan dari Norwegia menjadi cermin retaknya kekuatan mental pemain Italia. Sempat unggul melalui gol Francesco Pio Esposito di babak pertama, Italia justru “mati kutu” di babak kedua dengan kebobolan empat gol dalam waktu singkat. Pelatih Gennaro Gattuso mengakui bahwa penyebab utama keruntuhan timnya bukanlah kondisi fisik, melainkan reaksi buruk terhadap tekanan. Ketika lawan mulai menekan, kolektivitas permainan Italia langsung sirna.
Krisis “Ujung Tombak” yang Akut
Salah satu faktor paling krusial adalah hilangnya sosok mesin gol produktif. Di kompetisi domestik Serie A, daftar pencetak gol terbanyak saat ini didominasi oleh pemain asing seperti Lautaro Martinez. Sulit menemukan penyerang asli Italia yang mampu bersaing di level elite Eropa. Ketergantungan klub-klub besar Italia pada talenta impor membuat penyerang lokal minim jam terbang, yang pada akhirnya berdampak langsung pada ketajaman lini depan tim nasional.
Epidemi Cedera dan Minimnya Regenerasi
Badai cedera tendon dan ligamen juga menjadi penghambat besar. Pemain kunci seperti Federico Chiesa dan Leonardo Spinazzola belum benar-benar kembali ke bentuk terbaiknya pasca cedera panjang. Di sisi lain, talenta muda potensial seperti Giorgio Scalvini dan Giovanni Leoni justru harus menepi akibat cedera ACL.
Kritik juga tertuju pada kebijakan pemilihan pemain. Italia dinilai masih terlalu terpaku pada “nama besar” dibandingkan memberikan kesempatan pada pemain muda yang sedang dalam performa terbaik di liga.
Jalan Terjal di Babak Play-off
Italia kini harus bersiap menghadapi laga penentuan pada Maret 2026. Tantangan pertama adalah menghadapi Irlandia Utara. Jika berhasil menang, mereka masih harus melewati pemenang laga antara Wales atau Bosnia-Herzegovina. Sejarah mencatat bahwa Italia kerap tersandung di fase krusial ini, seperti saat disingkirkan oleh Swedia (2018) dan Makedonia Utara (2022).
Dunia sepak bola kini menanti: apakah sang raksasa akan bangkit dari tidur panjangnya, atau justru kembali menelan pil pahit dan menjadi bahan olok-olokan sejarah dengan absen di tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut?







