sekbernews.id- JAKARTA Kementerian PUPR akan fokus pada lima prioritas utama pada program kerja TA 2023 untuk mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur serta mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Lima prioritas tersebut yaitu multi years contracts, pembayaran hutang pekerjaan, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam, pembayaran eskalasi, serta tetap mempertahankan program pola padat karya. Demikian disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI membahas Pendahuluan RKA K/L dan RKP TA 2023, Kamis 9 Juni 2022.Kemarin
BACA JUGA:Kejari Indramayu Bersama Dinas Arpus Adakan Perpustakaan Keliling “Literasi Bersahaja” di Taman Tjimanoek
Pagu indikatif Kementerian PUPR TA 2023 ditetapkan sebesar Rp98,21 triliun, dengan rincian rencana kegiatan bidang sumber daya air Rp35,89 triliun, bidang jalan dan jembatan Rp40,25 triliun, bidang permukiman Rp14,25 triliun, bidang perumahan Rp5,49 triliun, Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, BPSDM, BPIW, Setjen, dan Itjen sebesar Rp1,86 triliun.kata Menteri PUPR Basuki
Sementara itu, kegiatan pola padat karya tahun 2023 dialokasikan sebesar Rp13,76 triliun, dengan perkiraan serapan tenaga kerja 650 ribu orang.tutur Basuki