Kamis, Mei 30, 2024
28.1 C
Indramayu
BerandaAgamaKapan Puasa Syawal Dimulai? Ini Penjelasannya

Kapan Puasa Syawal Dimulai? Ini Penjelasannya

Sekbernews.id – Puasa Syawal merupakan puasa enam hari setelah tanggal 1 Syawal atau hari Idulfitri. Namun kapan waktu yang tepat mulai puasa Syawal?

Sebagaimana diketahui, pahala puasa Syawal seperti pahala puasa sepanjang tahun. Sehingga banyak kaum muslimin yang bersemangat dalam menjalankannya.

Namun sebagian ulama memiliki pandangan yang berbeda. Sehingga puasa Syawal semestinya dilakukan setelah hari ketiga atau dimulai tanggal 4 Syawal.

Salah satu yang berpendapat demikian adalah Pengasuh Pondok Pesantren Darush Sholihin, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Dalam situs asuhannya, Rumaysho.com, Ustadz Abduh menjelaskan bahwa pihaknya terbiasa melakukan puasa setelah tanggal 4 Syawal.

Adapun alasan ini dilakukan mengingat tanggal 2 dan 3 Syawal masih dekat dengan Idulfitri. Dimana masih dalam suasana makan dan minum.

“Kebiasaan kita di tiga hari pertama masih saling berkunjung serta masih menebar kebahagiaan dan kesenangan,” ungkap Ustadz Abduh.

Ia menambahkan, tamu yang hadir di rumah bisa jadi tidak enak ketika disajikan makanan dan minuman sementara tuan rumahnya tidak ikut makan dan minum karena puasa Syawal.

Adalagi, tambahnya, kalau seseorang yang sedang berpuasa Syawal dan bersilaturahmi, tuan rumah jadi tidak enak menyajikan makanan dan minuman karena ada tamunya yang berpuasa.

Ustadz Abduh juga mengutip sebuah hadits yang mengisahkan seorang Anshar membuat makanan dan mengundang Rasulullah Saw. Ada satu orang darinya yang tidak makan, sehingga Rasul Saw bersabda:

تكلَّف لكَ أخوكَ صَنعَ طعامًا فأفطِرْ وصُمْ يومًا مكانَهُ

Artinya: “Engkau sudah menyusahkan saudaramu karena ia sudah membuat makanan. Maka batalkanlah puasamu. Ganti saja puasamu di hari yang lain.” (HR. Ibnu ‘Abdi dalam Al-Kamil fi Adh-Dhu’afa’, 6:440, dari Abu Said Al-Khudri, di dalamnya ada ‘Isa bin Ibrahim Al-Hasyimi, tidak yutaba’ ‘alaih)

Namun Ustadz Abduh tidak melarang puasa Syawal dilakukan mulai tanggal 2 dan 3. Namun ia memberi catatan agar jangan langsung melakukan puasa Syawal.

“Lakukan qadha puasa dulu agar mendapatkan pahala puasa Syawal yang sempurna,” tutup Ustadz Abduh.

Ikuti Sekbernews.id di Google News.

Duljanihttp://sekbernews.id
Redaktur yang menulis artikel berbagai topik di Sekbernews.id.
Artikel Terkait

Terkini