Jakarta, Sekbernews.id – Tanggal 11 April setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat dunia sebagai momentum refleksi terhadap tantangan kesehatan saraf global dan sejarah panjang perjuangan hak-hak pekerja. Dua peristiwa utama yang mendominasi penanggalan ini adalah Hari Parkinson Sedunia dan peringatan berdirinya Organisasi Buruh Internasional (ILO).
1. Hari Parkinson Sedunia: Menghormati Sang Pionir
Setiap tanggal 11 April, dunia memperingati World Parkinson’s Day. Pemilihan tanggal ini bukanlah tanpa alasan. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Dr. James Parkinson (1755–1824), seorang dokter asal Inggris yang pertama kali mengidentifikasi gejala penyakit ini secara sistematis.
Pada tahun 1817, James Parkinson menerbitkan sebuah esai berjudul “An Essay on the Shaking Palsy”. Karya inilah yang menjadi fondasi medis bagi identifikasi penyakit degeneratif saraf yang kini kita kenal sebagai penyakit Parkinson.
- Tujuan Peringatan: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan gejala awal Parkinson, mendukung para penyintas dan keluarga, serta mendorong pendanaan riset untuk menemukan obat penyembuh.
- Simbol Tulipa: Komunitas internasional sering menggunakan simbol Tulip Merah sebagai bentuk dukungan bagi penderita Parkinson, sebuah simbol yang diluncurkan sejak tahun 2005.
2. Tonggak Sejarah Buruh Dunia (ILO)
Bagi para sejarawan hukum dan sosial, 11 April 1919 merupakan tanggal yang sakral. Pada hari tersebut, Konstitusi Organisasi Buruh Internasional (ILO) diadopsi oleh Konferensi Perdamaian Paris setelah berakhirnya Perang Dunia I.
ILO didirikan atas keyakinan bahwa perdamaian yang abadi hanya dapat dicapai jika didasarkan pada keadilan sosial. Organisasi ini menjadi badan khusus PBB tertua yang fokus pada standardisasi jam kerja, upah layak, dan penghapusan kerja paksa di seluruh dunia.







