Kenaikan BBM 1 April 2026, Bahlil: Masih Dihitung

Wahyu Wibowo

bahlil lahadalia

Jakarta, Sekbernews.id – Isu mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang santer dikabarkan bakal terjadi per 1 April 2026 akhirnya menemui titik terang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal kuat mengenai arah kebijakan pemerintah terkait harga energi di tanah air.

​Di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh angka 100 dolar AS per barel, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini bukanlah sekadar angka di papan SPBU, melainkan daya beli masyarakat kecil.

​”Insya Allah, saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat,” ujar Bahlil saat ditemui di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Subsidi Tetap Jadi Prioritas

Bahlil menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus agar kebijakan energi tidak menjadi beban tambahan bagi rakyat. Meski kondisi geopolitik global—terutama konflik di Timur Tengah—terus menekan harga minyak dunia, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas APBN agar tetap mampu menopang subsidi BBM.

​”Untuk urusan harga (BBM subsidi), negara akan tetap hadir. Berapa besar subsidinya, itu yang terus kita hitung berdasarkan perkembangan situasi,” tambahnya.

Nasib BBM Non-Subsidi dan Stok Lebaran

Terkait BBM non-subsidi seperti RON 95 dan 98, Bahlil menyebutkan bahwa harganya akan tetap mengikuti mekanisme pasar dunia sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Hal ini dinilai wajar karena segmen penggunanya adalah kelompok masyarakat mampu yang tidak menjadi tanggungan subsidi negara.

​Di sisi lain, menjelang momen mudik Lebaran 2026, pemerintah menjamin ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman. Cadangan nasional saat ini dipastikan berada pada level minimal 21 hingga 24 hari dan terus diperbarui secara berkala melalui optimalisasi kilang domestik maupun impor.

Imbauan Hindari ‘Panic Buying’

Menutup keterangannya, Bahlil meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Ia mengingatkan agar penggunaan energi dilakukan secara bijak dan tepat sasaran.

​”Gunakan energi seperlunya. Tidak perlu panik karena pemerintah terus memantau stok dan harga agar tetap dalam kendali,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti keputusan resmi terkait penyesuaian harga per 1 April. Namun, pernyataan Bahlil memberikan angin segar bahwa “kepentingan rakyat kecil” tetap menjadi kartu as dalam setiap keputusan yang diambil di Istana.

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c