Turin, Sekbernews.id – Legenda Alessandro Del Piero melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sepak bola Italia, khususnya terkait mentalitas yang kini dinilai semakin menjauh dari semangat juang sejati. Dalam sebuah pernyataan yang blak-blakan, mantan kapten Juventus itu menyoroti kecenderungan banyak pihak yang hanya berfokus pada keselamatan diri ketimbang membangun prestasi.
Dalam podcast olahraga yang ia ikuti, Del Piero menyampaikan bahwa saat ini banyak elemen dalam sepak bola hanya berpikir pragmatis tanpa visi jangka panjang. Ia bahkan menyebut pola pikir tersebut sebagai masalah mendasar yang menghambat kemajuan tim maupun sistem secara keseluruhan.
“Sepak bola seharusnya tidak hanya soal bertahan dari tekanan atau sekadar menghindari kegagalan. Lebih dari itu, dibutuhkan proyek yang jelas, komunikasi yang solid, serta kesatuan visi di dalam tim. Sebuah klub harus memiliki struktur lengkap dan arah yang tegas untuk bisa berkembang,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Tuttosport pada Minggu (5/4/2026).
Del Piero juga menyinggung bagaimana saat ini banyak keputusan diambil secara instan tanpa proses yang matang. Ia membandingkan dengan beberapa pelatih besar yang sempat mengalami masa sulit, namun tetap diberi kepercayaan hingga akhirnya sukses. Hal ini menjadi bukti bahwa kesabaran dan konsistensi adalah kunci dalam membangun tim yang kuat.
Lebih jauh, pria yang identik dengan nomor punggung 10 itu menilai bahwa sepak bola modern terlalu cepat “mengonsumsi” hasil, tanpa memberi ruang bagi proses berkembang. Ia menekankan pentingnya menghargai tahapan dalam membangun sebuah tim, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Kritik tersebut juga tidak lepas dari kondisi sepak bola Italia yang dinilai tengah mengalami kemunduran. Del Piero mengaku merasakan campuran emosi mulai dari kecewa hingga frustrasi melihat performa yang jauh dari standar kejayaan masa lalu. Ia bahkan menyebut situasi saat ini sulit untuk dibenarkan dan membutuhkan perubahan besar secara menyeluruh.
Pernyataan keras Del Piero ini menjadi sorotan karena mencerminkan kegelisahan seorang legenda terhadap masa depan sepak bola Italia. Pesannya jelas: tanpa perubahan pola pikir dan komitmen jangka panjang, sulit bagi klub maupun tim nasional untuk kembali ke level tertinggi.







