Monday, April 7, 2025
HomeDaerahMeski Terbata-Bata, Mari Belajar Berdaya di Kafe Teman Istimewa

Meski Terbata-Bata, Mari Belajar Berdaya di Kafe Teman Istimewa

Ads

Sekbernews.id – INDRAMAYU Langkah Santi sungguh cepat. Padahal kedua tangannya sedang memegang baki berisi makanan dan minuman. Raut mukanya juga tak menampakkan kelelahan meskipun siang itu tamu di Kafe Teman Istimewa sedang padat.

Saat ada tamu yang baru datang, Santi dengan cekatan menyodorkan buku menu. Ia lantas memberikan daftar ceklis makanan dan minuman yang bakal dipesan para tamu. Tangannya tak henti-henti menunjukkan gerakan-gerakan isyarat.

Saat ada tamu yang tidak paham apa yang disampaikan Santi, ada temannya lain yang berupaya menerjemahkan apa yang tak dipahami Santi. Mereka berdua saling menggerakkan tangan membentuk isyarat tertentu. Ternyata, Santi adalah penyandang tuna rungu.

Ya, Santi adalah salah satu tuna rungu yang menjadi pramusaji di Kafe Teman Istimewa Indramayu. Kafe yang berlokasi di Jalan Istiqomah Nomor 19, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu ini memang mempekerjakan para tuna rungu.

kafe teman istimewa
Kafe Teman Istimewa tampak depan.

Salah satu pengunjung, Fitri Kaniyah, cukup terkejut dengan keberadaan Santi. Sebab tidak biasanya kafe maupun industri pelayanan lainnya yang membutuhkan komunikasi aktif ternyata mempekerjakan tuna rungu.

“Ya, saya cukup excited. Apalagi dia tidak menampakkan rasa minder sedikitpun. Ia cukup pede memberikan pelayanan kepada saya,” ungkapnya tentang Santi, pada Kamis (31/10/2024) siang.

Menurut Fitri, dirinya bisa belajar bahasa isyarat saat berkunjung ke kafe ini. Lulusan ilmu komunikasi di salah satu kampus negeri di Semarang ini cukup apresiatif terhadap keberadaan kafe ini. Sebab selain kopi dan makanannya enak, konsep yang diusung cukup menarik.

Santi, lanjut Fitri, tak menampakkan rasa minder sedikitpun dengan kondisinya. Ia dengan cekatan memberikan seluruh pelayanan yang lazim didapatkannya di kafe manapun. Senyum, salam, dan pelayanan prima terus diberikan meski kendala komunikasi kerap muncul.

Maksa sih ya ada saja kendalanya. Saya terbata-bata menggunakan bahasa isyarat. Cuma itu tak terlalu mengganggu. Komunikasi masih tetap bisa dilakukan. Apalagi menunya yang datang pun tepat dan enak, he-he-he,” ungkap Fitri sambil tertawa.

Konsep Pemberdayaan

Menurut pemilik sekaligus pemrakarsa Kafe Teman Istimewa, Sespri Maulana, kafe ini memang dikonsep semacam ini sejak awal berdiri pada 2020-an. Ia pengin memberdayakan rekan-rekan yang menyandang tuna rungu. Meski pada mulanya, bukan kafe yang diprakarsainya.

“Awalnya saya membuka bengkel handycraft disini lewat Perintis atau Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa. Semacam workshop yang kemudian saya tawarkan kepada SLB Mutiara Hati yang dulu letaknya dekat sini,” ungkap Sespri.

workshop kafe teman istimewa
Ruang workshop Perintis di area Kafe Teman Istimewa.

Sespri mengisahkan pihak sekolah kemudian menerimanya dengan tangan terbuka. Ia pun memberikan pembelajaran untuk para penyandang disabilitas terkait berbagai macam keterampilan seperti menyablon, menjahit, maupun mengukir secara gratis.

Lantas, Sespri pun bertanya kepada Kepala SLB Mutiara Hati saat itu, kemanakah para penyandang tuna rungu ini setelah lulus dari sekolah? Saat itu, kepala sekolahnya menjawab mereka kembali ke masyarakat.

“Ya dengan kondisi keterbatasan komunikasi, mereka tak bisa berbuat banyak. Ada yang masih bergantung kepada orang tuanya hingga dewasa, ada pula yang menjadi tukang parkir karena tak ada pilihan lain,” cerita Sespri.

Kemudian Sespri berpikir untuk menciptakan sebuah wadah agar bisa menampung para lulusan maupun penyandang tuna rungu lainnya. Dan dipilihlah kafe yang tentu saja sajian utamanya adalah kopi. Sebab menurutnya dengan kopi tercipta beragam pertemuan dan diskusi.

Ia berharap dengan keberadaan kafe ini, para penyandang disabilitas bisa membaur dan menjadi bagian dari kelompok masyarakat secara inklusif. Sehingga ketika berada di tengah-tengah masyarakat, mereka bisa membaur dengan penuh rasa percaya diri meskipun memiliki keterbatasan.

Kiprahnya pun kemudian dilirik oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan yang memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Perintis yang salah satunya terdapat Kafe Teman Istimewa.

Hasil Akhir Pemberdayaan

Dengan mata sedikit berkaca-kaca, Sespri kemudian melanjutkan kisahnya. Seluruh kepeduliannya didasari dengan kondisi saudaranya dan juga saudara dari pihak istrinya yang menjadi penyandang tuna rungu.

sespri maulana teman istimewa
Penggagas Kafe Teman Istimewa, Sespri Maulana.

“Penyandang tuna rungu maupun disabilitas lainnya itu minder ketika di tengah-tengah masyarakat. Sebab mereka merasa menjadi beban dengan keterbatasannya,” terangnya.

Lewat Teman Istimewa, ia berharap keminderan itu bisa terkikis sedikit demi sedikit. Melalui komunikasi yang terjalin dengan beragam pengunjung, mereka diharapkan mampu menghilangkan minder dan menjadi manusia yang mandiri dan tak lagi bergantung pada orang lain.

“Mereka di sekolah mungkin terus dibantu oleh para gurunya. Di rumah apalagi, ada orang tua yang siap sedia membantu keterbatasan mereka. Kalau sudah lulus dari sekolah maupun orang tua tak lagi ada, bagaimana?” ungkap Sespri.

Ia menyebut Santi, satu dari delapan barista dan pramusaji di Kafe Teman Istimewa. Setiap hari ia diantar oleh ayahnya dari rumahnya di Desa Lombang Juntinyuat menuju kafe. Ayah Santi ini menurutnya paling banyak bercerita.

Dulu, cerita Sespri, kalau pulang sekolah Santi hanya berdiam di rumah. Jarang sekali berkomunikasi dengan orang lain. Pekerjaan rumah pun jarang dilakukannya karena keterbatasan komunikasi tersebut.

“Setelah disini, Santi jadi remaja yang terbuka dan penuh percaya diri. Ia tak segan membuka komunikasi dan lebih rajin melakukan pekerjaan rumah,” kisah Sespri.

Hal tersebut juga terjadi dengan tujuh barista lain dan puluhan penyandang tuna rungu lainnya yang terlibat dalam program Perintis yang digagasnya. Mereka telah menjadi pribadi yang membaur di masyarakat inklusif yang beragam secara setara.

Duljanihttp://sekbernews.id
Redaktur yang menulis,mengedit,dan menerbitkan artikel berbagai topik di Sekbernews.id.
Berita Terkait

terbaru