Saturday, February 7, 2026
HomeDaerahKilang Pertamina Balongan Borong Penghargaan ICEA 2025 Lewat Program BERBISIK

Kilang Pertamina Balongan Borong Penghargaan ICEA 2025 Lewat Program BERBISIK

Sekbernews.id – INDRAMAYU Komitmen Kilang Pertamina Balongan dalam mendorong kesetaraan sosial sekaligus menjaga kelestarian lingkungan kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unggulan bertajuk BERBISIK (Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi, dan Karya), Kilang Balongan berhasil meraih penghargaan tertinggi Bintang Lima pada ajang Indonesia CSR Excellence Award (ICEA) 2025.

Penghargaan tersebut diterima oleh Officer I CSR Kilang Pertamina Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, yang mewakili General Manager Kilang Pertamina Balongan, Yulianto Triwibowo. Prosesi penyerahan berlangsung di eL Hotel, Bandung, pada Rabu (17/12).

Pada ajang bergengsi ini, Kilang Pertamina Balongan memborong empat kategori penghargaan sekaligus, yakni The Best Leadership Focus on CSR Program untuk General Manager Kilang Balongan Yulianto Triwibowo, Best CSR for Community Involvement and Development, Best CSR for Inclusive Business, serta Best Collaborative CSR for Community Development.

Dewan juri menilai Program BERBISIK memiliki keunggulan karena mengusung pendekatan Inclusive Pathway yang berorientasi pada perubahan hidup. Program ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga secara simultan memberdayakan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas tuli, yang selama ini kerap berada di pinggiran pembangunan.

Andromedo menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa inklusivitas dapat berjalan seiring dengan inovasi lingkungan. Menurutnya, keberhasilan BERBISIK merupakan hasil kolaborasi antara teman-teman disabilitas, masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah Kabupaten Indramayu. Program ini dirancang agar penyandang disabilitas tidak sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan menjadi pelaku utama perubahan yang berdaya dan produktif.

Pengakuan terhadap kepemimpinan General Manager Kilang Balongan dalam kategori The Best Leadership Focus on CSR Program juga menegaskan kuatnya komitmen seluruh unsur perusahaan, mulai dari manajemen, pekerja, hingga mitra kerja, dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan dengan tetap mengedepankan aspek sosial dan lingkungan.

Salah satu capaian menonjol Program BERBISIK adalah terbentuknya unit usaha Kopi Teman Istimewa, yang dikelola sepenuhnya oleh tujuh barista tuli. Dalam kurun dua tahun, unit usaha ini mampu mencatatkan kas sebesar Rp169 juta. Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, kafe ini berfungsi sebagai pusat pelatihan dan magang bagi siswa dari lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indramayu.

Inovasi tersebut kemudian berkembang melalui gerakan Kopi Tumpah (Kopi Tukar Sampah), yang memungkinkan masyarakat menikmati kopi dengan menukarkan sampah plastik. Skema ini menciptakan praktik ekonomi sirkular yang inklusif sekaligus berkontribusi pada pengurangan sampah.

Secara keseluruhan, Program BERBISIK telah melibatkan 122 penyandang disabilitas dalam berbagai workshop dan pelatihan, memberdayakan 55 perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha, mengikutsertakan 14 lansia sebagai pegiat lingkungan, serta memberdayakan 55 warga binaan pemasyarakatan melalui replikasi program Integrated Farming.

Kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan juga terlihat melalui inovasi PERISALTIK (Produk Olahan Hasil Solidifikasi Sampah Plastik) yang dikembangkan Kelompok Wiralodra untuk mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Sementara itu, sampah organik dikelola melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengurangan sampah sekaligus sumber protein alternatif.

Dari sisi sosial, Program BERBISIK melahirkan sejumlah inisiatif inklusif, seperti PALU MANTUL (Pelayanan Inklusif bagi Teman Tuli), pelatihan bahasa isyarat bagi aparatur pemerintah, Pojok Kreasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat, hingga inisiasi Kampung Ramah Disabilitas di Kabupaten Indramayu.

Hingga 2025, program ini mencatatkan dampak signifikan, antara lain peningkatan total pendapatan penerima manfaat sebesar Rp1,41 miliar, pengurangan emisi karbon mencapai 4.650,6 kilogram CO₂ ekuivalen per minggu, pengelolaan sampah organik sebanyak 1,8 ton per tahun, serta pengolahan minyak jelantah dan limbah plastik masing-masing sebesar 240 liter dan 3,8 ton per tahun.

Keberhasilan Program BERBISIK tidak lepas dari kolaborasi multipihak yang solid antara perusahaan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat sipil. Sinergi ini menjadikan program tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga berpotensi untuk direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Berita Terkait

terbaru