Selasa, Juli 16, 2024
28.4 C
Indramayu
BerandaDaerahPertama Kali, Peringatan HUT Bhayangkara ke-78 di Indramayu Digelar di Alun-alun Puspawangi

Pertama Kali, Peringatan HUT Bhayangkara ke-78 di Indramayu Digelar di Alun-alun Puspawangi

Sekbernews.id – INDRAMAYU Perayaan Hari Bhayangkara ke-78 di Kabupaten Indramayu tahun ini berlangsung dengan cara yang berbeda dan lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya diadakan di Mako Polres, upacara kali ini digelar di Alun-alun Puspawangi Indramayu pada Senin (1/7/2024).

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar, memimpin upacara tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina, Dandim 0616/Indramayu, Letkol Inf Yanuar Setyaga, Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Tema HUT Bhayangkara tahun ini adalah ‘Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas’. Dalam sambutannya, Fahri menyampaikan rasa syukur karena upacara bisa dilaksanakan di tempat yang berbeda dari biasanya.

“Alhamdulillah kita bisa menghadiri upacara yang tidak biasa. Biasanya di Mako Polres, tetapi atas dukungan Ibu Bupati, hari ini kita bisa melaksanakan upacara di Alun-alun Puspawangi,” ujarnya.

Fahri juga membahas berbagai isu penting baik di tingkat global maupun regional, seperti perang Rusia-Ukraina, kondisi ekonomi yang melemah, darurat pangan, serta meningkatnya kejahatan siber.

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan terutama menjelang Pemilu 2024 untuk memastikan pembangunan nasional terus berlanjut dan Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas 2045.

“Jika dilaksanakan dengan lancar dan aman, maka stabilitas keamanan turut terjaga sehingga pembangunan nasional bisa terus berlanjut dan Indonesia dapat memetik bonus demografi. Kemudian di tahun 2038 kita bisa keluar dari middle income trap dan Indonesia emas 2045 bisa terwujud,” kata Fahri.

Di Kabupaten Indramayu, Fahri menyebutkan beberapa isu strategis yang menjadi fokus kepolisian, seperti status Indramayu sebagai kantong pekerja migran Indonesia (PMI) terbanyak, konflik agraria, serta polemik Ponpes Al Zaytun.

Isu lain yang juga diperhatikan adalah kawasan Rebana Metropolitan, lumbung pangan nasional, pengamanan calon jamaah haji, home industri petasan, produksi perikanan terbesar di Jawa Barat, serta kebakaran hutan dan lahan. “Selain itu, kenakalan remaja dan kekerasan terhadap anak juga harus menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya.

Di bawah kepemimpinan Fahri, Polres Indramayu telah meluncurkan berbagai inovasi kreatif. Inovasi tersebut meliputi pembentukan Tim Respon Cepat (TRC) Wiralodra Presisi, Satkamling Wiralodra Presisi, Public Service Area (SIM Corner, SPKT, SDT), Posko Operasi Kepolisian, layanan hotline terintegrasi 081999700110, Polisi Cilik Dermayu (PCD) Reborn, program Desa Aman Anak, gerakan orang tua asuh anak stunting, hingga pembentukan tim trauma healing.

“Saya berharap makin banyak lagi terobosan-terobosan yang dibuat Polres Indramayu,” tutup Fahri.

Ikuti Sekbernews.id di Google News.

Edyhttps://sekbernews.id
Jurnalis Sekbernews.id yang menulis tentang berita-berita daerah di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait

Terkini