LONDON, Sekbernews.id – Kabar duka datang dari industri hiburan digital. Leonid Radvinsky, miliarder pemilik platform konten berlangganan OnlyFans, dilaporkan meninggal dunia pada usia 43 tahun. Pria kelahiran Ukraina ini mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Dalam keterangan resminya, pihak OnlyFans mengonfirmasi bahwa Radvinsky wafat dengan tenang. Pihak perusahaan juga meminta semua pihak untuk menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan di masa berkabung ini.
Leonid Radvinsky, yang besar di Chicago, Amerika Serikat, mengakuisisi OnlyFans pada tahun 2018 dari pendirinya yang berbasis di Inggris. Di bawah kepemimpinannya, platform ini mengalami pertumbuhan yang eksponensial, terutama saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
Popularitas yang meroket tersebut membawa Radvinsky masuk ke dalam jajaran miliarder dunia versi majalah Forbes hanya dalam waktu tiga tahun setelah ia mengambil alih perusahaan.
Meskipun OnlyFans menyediakan berbagai konten seperti kuliner dan kebugaran, platform ini lebih dikenal secara luas sebagai pionir dalam industri konten dewasa. Model bisnisnya memungkinkan para kreator berinteraksi langsung dengan pelanggan melalui pesan pribadi, siaran langsung, hingga permintaan konten khusus dengan sistem bagi hasil 20 persen untuk perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang didaftarkan di Companies House, OnlyFans mencatatkan performa bisnis yang luar biasa sepanjang tahun 2024. Perusahaan tersebut berhasil membukukan pendapatan sebesar 1,4 miliar dolar AS.
Hingga saat ini, OnlyFans tercatat memiliki lebih dari 377 juta pelanggan dengan jumlah kreator mencapai 4,6 juta orang yang aktif mengunggah konten di platform tersebut.
Lulusan ekonomi dari Northwestern University ini dikenal sebagai sosok yang tertutup namun aktif di dunia teknologi. Melalui perusahaan modal ventura miliknya, Leo.com yang berbasis di Florida, ia kerap berinvestasi pada berbagai perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Selain kesibukannya di dunia bisnis, Radvinsky juga dikenal sebagai seorang filantropis. Melansir informasi dari situs pribadinya, ia tercatat rutin memberikan donasi untuk riset kesehatan, termasuk kepada Memorial Sloan Kettering Cancer Center, sebuah lembaga pusat pengobatan dan penelitian kanker terkemuka.
Kematian Radvinsky menandai berakhirnya era kepemimpinan sosok yang telah mengubah peta industri konten digital secara global melalui inovasi platform berbayarnya.







