HEBOH! Diintimidasi Pakai ‘Brownies’, Amsal Sitepu Menangis di DPR: “Saya Hanya Ingin Bertahan Hidup!

Untung Surahman

amsal sitepu

JAKARTA, Sekbernews.id – Ruang rapat Komisi III DPR RI mendadak emosional saat Amsal Sitepu, terdakwa dalam kasus hukum yang tengah menyita perhatian publik, hadir memberikan keterangan. Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Amsal tak kuasa menahan tangis saat menceritakan tekanan mental yang dialaminya selama proses hukum berlangsung.

​Amsal mengungkapkan sebuah pengakuan mengejutkan terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Bukannya kekerasan fisik, ia mengaku ditekan secara psikologis melalui sebuah perumpamaan yang janggal, yakni dengan menggunakan “brownies”.

Intimidasi Berbalut “Brownies”

​Di hadapan anggota dewan, Amsal membeberkan bahwa dirinya diminta untuk tidak melawan dan mengikuti skenario yang ada.

​”Saya diminta ‘ikutin saja alurnya’. Jaksa itu bilang ada ‘brownies’-nya, seolah-olah semuanya sudah diatur dan saya tinggal menerima nasib,” ujar Amsal dengan suara bergetar di Gedung Parlemen, Senayan, Senin (30/3/2026).

​Istilah “brownies” tersebut diduga merupakan kode atau simbol dari pihak penuntut agar Amsal bersikap kooperatif terhadap dakwaan yang dialamatkan kepadanya. Amsal merasa terpojok dan tidak memiliki pilihan selain mengikuti alur yang dianggapnya tidak adil.

Isak Tangis dan Jeritan Hati

​Suasana semakin haru ketika Amsal menceritakan kondisi ekonominya yang sulit. Sambil terisak, ia menegaskan bahwa apa yang ia lakukan selama ini hanyalah upaya untuk menyambung hidup, bukan untuk melakukan tindak pidana yang merugikan negara secara masif.

​”Saya hanya orang kecil yang mencoba bertahan hidup. Kenapa saya harus dipenjara seperti ini? Di mana letak keadilan bagi kami?” tuturnya di tengah tangis yang pecah.

Dukungan dari Senayan

​Mendengar kesaksian tersebut, Komisi III DPR RI bereaksi keras. Anggota dewan menyerukan agar majelis hakim yang memeriksa perkara ini benar-benar mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan substansial.

​Para legislator meminta hakim untuk tidak ragu mengambil keputusan berani, termasuk kemungkinan membebaskan Amsal Sitepu jika memang tidak ditemukan niat jahat (mens rea) yang kuat dalam tindakannya. DPR menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, apalagi disertai dengan praktik intimidasi terselubung.

​Kasus ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat, menanti apakah “brownies” yang disebutkan akan menjadi pintu masuk untuk mengusut dugaan malpraktik hukum atau justru terkubur di balik jeruji besi.

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c