Saturday, December 6, 2025
HomeNasionalEks Stafsus Jokowi Arif Budimanta Meninggal Dunia, Ini Profilnya

Eks Stafsus Jokowi Arif Budimanta Meninggal Dunia, Ini Profilnya

Sekbernews.id – JAKARTA Kabar duka datang dari dunia ekonomi dan politik Indonesia. Arif Budimanta, ekonom sekaligus Staf Khusus Bidang Ekonomi pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2025).

Informasi wafatnya Arif disampaikan pihak keluarga melalui keterangan resmi.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan penuh duka cita kami mengabarkan bahwa ayah kami, Bapak Arif Budimanta, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, 6 September 2025, pukul 00.06 WIB di Jakarta,” demikian pernyataan keluarga.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Pihak keluarga juga memohon doa agar Arif Budimanta diampuni segala dosanya serta memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Latar Belakang dan Pendidikan

Arif Budimanta Sebayang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 15 Maret 1968. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor dengan jurusan Ilmu Tanah dan lulus pada 1990. Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Ekonomi Sumber Daya Alam dari Universitas Indonesia pada 1996.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 2006. Karier akademiknya terus berkembang, termasuk melanjutkan studi keuangan di University of Chicago, mengikuti Senior Executive Program di Harvard Business School, serta ASEAN-ROK Next Generation Opinion Leaders Program yang diselenggarakan The Korea Foundation.

Jejak Karier Politik dan Profesional

Arif dikenal aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2009–2014, Ketua DPP PDIP (2005–2010), serta Wakil Ketua Fraksi PDIP di MPR RI (2009–2013).

Selain itu, ia juga dipercaya Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi pada 2019. Di luar politik, Arif berkiprah sebagai akademisi, dosen, serta penulis berbagai buku di bidang ekonomi, pembangunan, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia juga menjabat Direktur Eksekutif Megawati Institute, Wakil Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (2007–2012), anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah, dan Dewan Pakar ICMI. Pada 2024, Presiden Jokowi menganugerahkan penghargaan Bintang Jasa Pratama kepadanya.

Publikasi Buku

Arif aktif menulis dan menerbitkan sejumlah buku, di antaranya Indonesia Masa Kini dan Masa Depan dalam Membangun Kemandirian Indonesia (1994), Community Development di Industri Pertambangan (2003), serta Corporate Social Responsibility: Jawaban bagi Model Pembangunan di Indonesia Masa Kini (2004).

Pada April 2025, Arif Budimanta sempat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, ia dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). KPK menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk memperdalam proses penyidikan, dengan Arif diperiksa sebagai saksi.

Hingga akhir hayatnya, Arif Budimanta dikenal sebagai sosok yang berdedikasi pada bidang ekonomi, politik, serta pendidikan. Jejak langkahnya meninggalkan warisan pemikiran yang penting bagi pembangunan bangsa.

Berita Terkait

terbaru