Dunia MMA Gempar! Israel Adesanya Tersungkur KO, Joe Pyfer Benar-benar Lakukan Hal Tak Terduga di UFC Seattle!

Wahyu Wibowo

israel adesanya vs joe pfyer

SEATTLE, Sekbernews.id – Arena Climate Pledge menjadi saksi bisu runtuhnya dominasi sang legenda kelas menengah, Israel Adesanya. Dalam laga utama UFC Fight Night yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) malam waktu setempat, Joe Pyfer berhasil mencatatkan kemenangan terbesar dalam kariernya dengan menghentikan “The Last Stylebender” lewat TKO di ronde kedua.

​Pertarungan yang dijuluki sebagai laga pembuktian bagi Adesanya ini justru menjadi panggung bagi Pyfer untuk mengukuhkan dirinya sebagai ancaman baru di jajaran elit divisi 185 pound.

Jalannya Pertarungan: Presisi vs Kekuatan

Pada ronde pertama, Adesanya tampil dengan gaya khasnya yang penuh perhitungan. Mantan juara dua kali tersebut mendominasi tempo lewat tendangan rendah yang tajam dan pergerakan kaki yang membuat Pyfer kesulitan mendaratkan serangan bersih. Sorakan penonton membahana saat Adesanya berkali-kali mematahkan upaya takedown dari Pyfer, menunjukkan bahwa kemampuan teknisnya belum pudar.

​Namun, memasuki ronde kedua, momentum berubah drastis. Sebuah hook kanan keras dari Pyfer berhasil mendarat tepat di rahang Adesanya, memaksa sang veteran tersudut ke pagar oktagon. Pyfer yang dikenal dengan julukan “Bodybagz” tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan serangan yang lebih sabar namun mematikan, ia kembali menjatuhkan Adesanya dan segera melakukan transisi ke punggung lawan.

​Meski Adesanya sempat bertahan dari upaya kuncian rear-naked choke, ia tak berdaya menghadapi hujan serangan ground-and-pound. Wasit akhirnya menghentikan laga setelah melihat Adesanya hanya bisa menutupi wajahnya tanpa memberikan perlawanan aktif.

Reaksi dan Masa Depan

Kemenangan ini memicu gelombang reaksi di media sosial. Para petarung UFC dan analis memuji ketenangan Pyfer dalam mengeksekusi penyelesaian melawan salah satu penyerang terbaik dalam sejarah MMA.

​Usai laga, Pyfer menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada lawannya. “Israel adalah salah satu petarung kelas menengah terbaik sepanjang masa. Bisa berbagi oktagon dengannya adalah kehormatan, namun malam ini adalah waktu saya untuk bersinar,” ujar Pyfer dalam wawancara di dalam oktagon.

​Di sisi lain, kekalahan ini menandai tren negatif bagi Adesanya yang kini mencatat empat kekalahan beruntun. Meski demikian, petarung asal Nigeria-Selandia Baru tersebut dengan tegas menepis isu pensiun. “Saya tidak akan pergi ke mana-mana. Ini hanyalah satu bab dari perjalanan saya,” tegas Adesanya kepada para penggemar.

​Dengan hasil ini, Joe Pyfer diprediksi akan merangsek masuk ke peringkat lima besar kelas menengah pada pembaruan peringkat pekan depan, sementara divisi ini kini menanti siapa yang akan menjadi penantang gelar berikutnya di tengah pergeseran peta kekuatan yang semakin kompetitif.

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c