26 Maret Hari Apa? Hari Internasional Purple Day, Apa Itu?

Indah Prabandari

purple day

JAKARTA, Sekbernews.id – Setiap tanggal 26 Maret, langit-langit di berbagai belahan dunia tampak sedikit lebih “ungu”. Hari ini diperingati secara internasional sebagai Purple Day atau Hari Ungu Sedunia, sebuah momentum krusial yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang epilepsi dan meruntuhkan tembok stigma yang masih menyelimuti para penyandangnya.

​Awal Mula: Keberanian Cassidy Megan

​Sejarah Purple Day tidak lahir dari meja birokrasi, melainkan dari kegelisahan seorang anak berusia sembilan tahun bernama Cassidy Megan asal Nova Scotia, Kanada. Pada tahun 2008, Megan yang merupakan penyandang epilepsi merasa terisolasi oleh kondisi medisnya.

​Ia ingin meyakinkan orang-orang bahwa penyandang epilepsi tidaklah berbeda dan tidak perlu ditakuti. Dibantu oleh Asosiasi Epilepsi Nova Scotia, ia mencetuskan ide mengenakan warna ungu—warna yang secara simbolis diasosiasikan dengan bunga lavender yang sering melambangkan kesendirian dan keheningan—sebagai bentuk solidaritas.

​Urgensi Medis dan Sosial

​Menurut data World Health Organization (WHO), epilepsi adalah salah satu penyakit neurologis non-komunikabel yang paling umum di dunia, menyerang sekitar 50 juta orang secara global.

​Di Indonesia, peringatan ini sering menjadi ajang bagi komunitas medis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pertolongan pertama pada kejang, seperti:

  • ​Tetap tenang dan jangan memasukkan benda apa pun ke mulut pasien.
  • ​Lindungi kepala pasien dari benturan.
  • ​Miringkan tubuh pasien ke samping setelah kejang mereda untuk melancarkan pernapasan.

​Milestone Sejarah Lain di Tanggal 26 Maret

​Selain Purple Day, catatan sejarah mencatat beberapa peristiwa penting lainnya yang terjadi pada tanggal ini:

  • 1881: Domestikasi sejarah di Rumania, di mana Pangeran Carol I diproklamirkan sebagai Raja Rumania pertama.
  • 1979: Penandatanganan Perjanjian Damai Mesir-Israel di Washington D.C., yang mengakhiri status perang antara kedua negara yang telah berlangsung selama tiga dekade.
  • 1953: Dr. Jonas Salk mengumumkan keberhasilan uji coba vaksin polio, sebuah revolusi dalam dunia kesehatan masyarakat.

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c