24 Maret Hari Apa? Inilah 3 Hari Penting yang Diperingati Hari Ini

Wahyu Wibowo

TBC

JAKARTA, Sekbernews.id – Kalender sejarah mencatat tanggal 24 Maret sebagai hari yang sarat akan makna, baik bagi bangsa Indonesia maupun masyarakat internasional. Setidaknya terdapat dua peristiwa besar yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal ini: peristiwa heroik Bandung Lautan Api di tingkat nasional, dan Hari Tuberkulosis Sedunia di tingkat global.

Selain itu, di kancah internasional, PBB juga menetapkan setiap tanggap 24 Maret sebagai Hari Hak Atas Kebenaran.

​1. Bandung Lautan Api: Pengorbanan Demi Kedaulatan

​Tepat 80 tahun yang lalu, pada 24 Maret 1946, sebuah peristiwa besar terjadi di jantung Jawa Barat. Demi mencegah tentara Sekutu dan NICA (Belanda) menggunakan Kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka sendiri.

​Dalam waktu tujuh jam, kota bagian selatan berubah menjadi lautan api. Langkah “bumi hangus” ini diambil berdasarkan hasil musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MPPP). Salah satu momen paling ikonik dalam peristiwa ini adalah gugurnya Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan saat meledakkan gudang amunisi besar milik Sekutu di Desa Dayeuhkolot.

​”Bandung bukan sekadar kota yang terbakar, ia adalah simbol bahwa rakyat lebih memilih kehilangan harta benda daripada kehilangan kemerdekaan,” ujar seorang pakar sejarah dalam diskusi peringatan tahunan di Gedung Sate.

​2. Hari Tuberkulosis Sedunia: Melawan Penyakit Mematikan

​Beralih ke kancah internasional, dunia memperingati 24 Maret sebagai Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia. Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan medis. Pada 24 Maret 1882, Dr. Robert Koch mengumumkan penemuan bakteri Mycobacterium tuberculosis sebagai penyebab penyakit TBC.

​Penemuan ini menjadi titik balik krusial dalam sejarah kedokteran, membuka jalan bagi diagnosis dan penyembuhan penyakit yang kala itu menghantui Eropa dan Amerika. Hingga saat ini, WHO terus menggunakan momentum 24 Maret untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia, terutama dalam upaya eliminasi total.

​3. Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran

​Selain dua peristiwa besar di atas, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan 24 Maret sebagai Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran Mengenai Pelanggaran HAM Berat dan Martabat Korban.

​Peringatan ini didedikasikan untuk menghormati Monsignor Óscar Arnulfo Romero, seorang uskup dari El Salvador yang dibunuh pada 24 Maret 1980 karena keberaniannya mengecam pelanggaran hak asasi manusia terhadap populasi yang rentan.

Leave a Comment

Hot Nows ionicons-v5-c